25 Des 2010

UMKM Award 2010 dari Bank Syariah Mandiri


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memberikan apresiasi kepada nasabah UMKM, Bank Syariah Mandiri atau BSM menggelar BSM UMKM Award 2010.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi mengatakan, UMKM Award merupakan suatu bentuk komitmen BSM dalam mengembangkan bisnis UMKM di Indonesia ke depannya. "Kita ingin tumbuh pesat dan bermanfaat bagi lingkungan. Dengan itu, kita lakukan semua, agar BSM mendapat berkah, dari doanya para peserta UMKM," ujar Yuslam dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Atlet, Jakarta, Jumat (24/12/2010).BSM UMKM Award 2010 ke-3 yang bertepatan dengan ulang tahun ke-11 BSM tersebut diberikan kepada 12 pemenang untuk 12 kategori pada (23/12/2010) semalam di Jakarta Convention Center.
Para pemenang di antaranya, BPRS Muamalat Harkat, BMT UGT Sidogiri, Koperasi Tankers Pertamina, Primkopkar Perhutaniku III, Koperasi karyawan PT United Tractors, CV Jaya Agung Semesta, Rumah Makan Cibiuk, dan untuk perorangan kepada Tukiyem, Sunarto, Nurasiah Harahap, Dasrul, dan Aam Ismawati.
Selain memberikan UMKM Award, BSM juga menganugrahkan Education Award untuk para guru yang berbakti bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada tiga orang guru yaitu Een Sukaesih seorang guru asal Cirebon yang tetap mengajar meskipun sudah tidak bisa duduk dan berdiri, Mukiman asal Aceh, dan Nurrohim, perintis sekolah Masjid Terminal di Depok.
Kedua penghargaan tersebut, kata Yuslam, sesuai dengan motivasi BSM untuk turut membangun Indonesia yang lebih baik. "Kita mengetahui bahwa Indonesia income per kapita dan edukasinya rendah. Kita mau membantu income dengan UMKM dan membantu pendidikan dengan pembiayaan program pendidikan," kata Yuslam.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/24/15313323/UMKM.Award.2010.dari.Bank.Syariah.Mandiri
Selengkapnya...

Banyak Bank Akan Main di UMKM


JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah bank yang berfokus pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM diperkirakan akan bertambah pesat pada tahun depan.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi mengatakan, pada awal 2011, persaingan antar bank-bank yang menyasar UMKM tersebut akan cukup menghangat. Sektor UMKM, katanya, memang menarik untuk bank karena pasarnya yang luas dan tingkat resikonya paling mudah ditangani."Akan terasa 2011 pelaku perbankan di UMKM itu rada sumpek.Sektor UMKM adalah market yang besar, sangat luas. 2011 awal-awal merasa persaingan di pasar menghangat," katanya dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, Jumat (24/12/2010).
Namun, lanjut Yuslam, pada 2012 dan tahun-tahun setelahnya, bank-bank yang menyasar sektor UMKM tersebut akan mulai menemukan segmen pasarnya masing-masing sehingga persaingan pasar mencapai titik keseimbangan. "Saya yakin di 2012 dan seterusnya, ketemu equilibrum dimana masing-masing mengerti segmennya dan pasarnya sehingga terbentuk segmen masing-masing," ungkapnya.
Sebagai salah satu bank yang bergerak di sektor UMKM, Mandiri Syariah, kata Yuslam, tidak merasa khawatir dengan pertambahan bank UMKM itu. Yuslam mengatakan, dengan bermunculan banyak bank UMKM, justru semakin membantu para pelaku UMKM di Indonesia. "Kalau pemainnya banyak, pasti akan menurunkan harga, kredit di UMKM akan turun, itu kan yang mendapat berkahnya nanti masyarakat Indonesia," katanya.
Untuk dapat bersaing dengan bank-bank UMKM lainnya, Bank Syariah Mandiri, kata Yuslam, akan terus meningkatkan efisiensi-nya. "Siapa yang paling efisien, yang paling survive. Makanya kita berlomba-lombalah dalam efisiensi," pungkasnya.
Sementara Direktur Bank Syariah Mandiri bidang UMKM, Hanawijaya menambahkan, Bank Syariah Mandiri akan tetap berfokus pada UMKM di tahun depan. Target pembiayaan BSM untuk UMKM minimal mencapai 70 persen. "Kami memandang bukan hanya stabilitas manageble nya saja. Tapi dengan membangun UMKM jadi lebih baik, Allah akan terus bersama BSM," katanya.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/24/15441653/Banyak.Bank.Akan.Main.di.UMKM
Selengkapnya...

Indonesia Banyak Uang tapi Tidur di Bank


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa mengatakan, investasi harusnya terus tumbuh dengan mengedepankan sektor riil.
Namun faktanya, anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan APBD yang harusnya dipakai untuk pembiayaan sektor riil itu tidak banyak diserap dan lebih banyak disimpan di bank."Selain di APBN, dana itu juga di APBD, tetapi yang dibelanjakan masih belum maksimal. Kita harapkan pemerintah, tak hanya pusat tetapi juga Pemda, untuk aktif membelanjakannya," kata Erwin pada diskusi HIPMI Economic Outlook 2011 di Kantor Pusat HIPMI di Kuningan, Jakarta, Kamis (23/12/2010).
Menurut dia, penyerapan anggaran yang lambat ikut memperlambat pembangunan. Hal itu terlebih jika anggaran tersebut ditujukan untuk pembangunan infrastruktur, terutama yang sangat diperlukan dalam menggerakkan perekonomian.
"Penyerapan anggaran harus baik dan pemerintah tidak tidur dalam penyelesaian solusi anggaran yang terlambat diserap," kata Erwin. Kendati demikian, Erwin mengatakan optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan akan cerah di atas 6 persen.
Kondisi ini akan dibarengi dengan daya beli masyarakat yang kian bagus. "Basis dari sektor pertanian juga ke depan perlu mendapat perhatian untuk menopang perekonomian," kata dia.
Penyerapan APBN 2010 yang lamban mendapat kritik dari sejumlah kalangan belakangan ini. Penyerapan yang justru jauh lebih rendah dari penyerapan anggaran tahun sebelumnya.
Per November 2010, realisasi belanja negara baru mencapai Rp 817,2 triliun atau 72,6 persen dari pagu APBN-P 2010 sebesar Rp 1.126,1 triliun.
Anggaran sekitar Rp 200 triliun yang belum diserap itu otomatis hingga saat ini berada di Bank Indonesia. "Kita banyak uang, tapi tidur di bank," kata Erwin.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/24/16084646/Indonesia.Banyak.Uang.tapi.Tidur.di.Bank
Selengkapnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...