21 Des 2010
Memulai Usaha Kecil Menengah dengan Memproduksi Tas
Untuk memulai usaha, tidak selamanya membutuhkan modal yang besar. Munculnya berbagai peluang usaha kecil menengah dengan modal usaha rata-rata dibawah Rp 10 juta, memberikan bukti bahwa kesuksesan pun dapat dimulai dari peluang usaha modal kecil. Hal inilah yang saat ini memotivasi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka, dengan mencoba berbagai peluang usaha kecil menengah yang prospeknya cukup menguntungkan.
Salah satu peluang yang saat ini cukup menguntungkan, yaitu memulai usaha kecil menengah dengan memproduksi tas. Perkembangan bisnis fashion yang setiap harinya semakin meningkat, menjadi lahan yang cukup empuk bagi para pelaku usaha dibidang tersebut. Sebab hampir semua produk fashion, selalu laris diserbu para konsumen. Begitu juga dengan produk tas, sekarang ini tas bukan hanya sebagai kebutuhan sekolah atau kerja saja. Namun, kini tas menjadi bagian fashion yang banyak digemari konsumen khususnya kaum hawa.
Konsumen
Sasaran pasar produsen tas mencakup semua orang, baik wanita maupun pria, anak-anak maupun dewasa, sampai karyawan, pelajar dan mahasiswa. Karena mereka membutuhkan tas untuk bersekolah, kuliah, maupun untuk kerja. Namun bukan itu saja, saat ini para wanita khususnya remaja dan ibu-ibu, menjadikan tas sebagai bagian dari trend fashion. Sehingga mereka sering mencari tas, untuk memenuhi kebutuhan fashion yang sesuai dengan busana mereka.
Info bisnis
Sebelum memulai bisnis ini, sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu modal yang dibutuhkan. Bukan hanya modal uang saja yang dibutuhkan, namun juga modal ketrampilan dalam memproduksi tas. Persiapan selanjutnya yaitu mencari jaringan yang dapat diajak untuk bekerjasama, baik untuk mencari bahan baku, sampai jaringan pemasaran.
Setelah semua persiapan sudah siap, selanjutnya Anda dapat mencari lokasi usaha yang strategis. Misalnya saja lokasi yang dekat dengan sekolah, kampus maupun perkantoran. Dengan mendekatkan usaha tas dengan pasar, secara tidak langsung dapat membantu Anda untuk memasarkan produk tersebut. Selain itu usahakan untuk membuat desain tas yang unik dan menarik, agar produk Anda tidak mudah ditiru produsen lain dan diminati oleh konsumen.
Kelebihan bisnis
Meningkatnya minat konsumen akan produk tas, menjadi salah satu keuntungan bagi bisnis ini. Karena saat ini tas menjadi salah satu kebutuhan wajib dalam berbusana, oleh sebagian besar masyarakat baik pria maupun wanita. Sehingga permintaan pasar akan tas juga menunjukan peningkatan yang cukup bagus. Selain itu untuk membuka usaha ini juga tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Sehingga siapa saja bisa mencoba peluang usaha kecil menengah tersebut, karena usaha ini bisa dibuka dengan modal dana kurang dari 10 juta.
Kekurangan bisnis
Hambatan yang sering dihadapi oleh bisnis ini antara lain melonjaknya harga bahan baku tas, biasanya semakin banyak permintaan tas maka bahan baku pun akan ikut langka dan harganya melonjak. Selain itu persaingan bisnis yang cukup ketat, kondisi ini menuntut para produsen untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan desain tas yang unik dan menarik guna memenangkan persaingan.
Pemasaran
Untuk memasarkan produk tas dapat dilakukan dengan menitipkannya melalui toko-toko atau butik fashion yang ada di sekitar Anda. Selain itu Anda juga bisa memasarkannya dengan menerima pesanan dari konsumen, baik melayani partai besar maupun partai kecil. Sehingga penjualan produk tas Anda meningkat, dan bisa dikenal pasar yang lebih luas.
Anda juga bisa memasarkannya dengan memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut, sehingga informasi mengenai produk Anda dapat menyebar di kalangan masyarakat. Strategi promosi pengenalan produk, juga dapat dilakukan dengan cara mengikuti pameran-pameran yang belakangan ini sering diadakan oleh berbagai pihak.
Tidak hanya itu, seiring dengan perkembangan jaman Anda juga bisa memasarkannya melalui internet. Misalnya dengan membuat website, blog atau bisa juga membuat toko online gratis melalui jejaring sosial yang berkembang saat ini.
Kunci sukses
Yang menjadi kunci kesuksesan usaha kecil menengah seperti produsen tas,yakni kreatifitas. Kreatifitas dibutuhkan untuk menghasilkan produk tas yang unik dan menarik dengan harga terjangkau. Sehingga produk Anda diminati konsumen, dari berbagai golongan.
Tingkatkan terus kemampuan Anda dalam memproduksi tas, sehingga produk yang dihasilkan semakin hari kualitasnya juga semakin bagus. Buat juga strategi pemasaran yang efektif, agar dapat mendukung penjualan produk ditengah persaingan pasar yang sudah sangat ketat.
Analisa Ekonomi
Modal awal
Peralatan Mesin jahit Rp 2.000.000,00
Perlengkapan jahit (gunting, jarum, dll) Rp 500.000,00
Bahan baku awal (kain, benang, resliting, dll) Rp 3.000.000,00+
Total Rp 5.500.000,00
Biaya penyusutan mesin jahit dan perlengkapan jahit setelah
pemakaian satu tahun (12 bulan)
= 1/12 x Rp 2.500.000,00 = Rp 208.300,00
Biaya operasional per bulan
Sewa tempat per tahun Rp 10.000.000,00
Biaya sewa per bulan = 1/12 x Rp 10.000.000,00 Rp 833.300,00
Bahan baku (kain, benang, dan aksesoris lainnya) Rp 2.500.000,00
Gaji 1 orang pegawai Rp 800.000,00
Plastik kemasan Rp 150.000,00
Listrik dan telepon Rp 300.000,00
Transportasi Rp 300.000,00
Biaya penyusutan Rp 208.300,00+
Total Rp 5.091.600,00
Omset per bulan
Penjualan tas per hari @ Rp 50.000,00 x 5 buah = Rp 250.000,00
Penjualan tas per bulan = Rp 250.000,00 x 30 hr = Rp 7.500.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 7.500.000,00 - Rp 5.091.600,00 = Rp 2.408.400,00
BEP
(modal awal : laba bersih per bulan) = 2,2 bulan
Sekian dulu informasi peluang bisnis untuk pekan ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan membantu Anda yang sedang bingung mencari peluang usaha kecil menengah yang tepat. Jangan pernah lelah untuk mencoba segala peluang bisnis yang ada, semoga berhasil dan salam sukses.
info: http://bisnisukm.com/memulai-usaha-kecil-menengah-dengan-memproduksi-tas.html Selengkapnya...
Profil Pengusaha Sukses di Bisnis Pendidikan
Maraknya bisnis pendidikan yang berkembang saat ini, mendorong para pemilik lembaga pendidikan saling berlomba untuk menawarkan peluang usahanya dengan sistem kemitraan. Berbagai peluang kerjasama seperti franchise maupun business opportunity di bidang pendidikan, sekarang ini menjamur di berbagai daerah.
Salah satu contoh pengusaha yang sukses menjalankan bisnis pendidikan, hingga berhasil membuka ratusan cabang di berbagai daerah Indonesia adalah Sony Sugema. Pria lulusan SMA Negeri 3 Bandung ini, mulai menekuni bisnis pendidikan sejak Ia duduk di bangku SMA. Setelah ayahnya meninggal, Ia mulai menjalankan bisnis sampingan dengan membuka jasa les privat bagi teman-teman sekolahnya dengan biaya Rp 5.000,00 per bulan. Dari sinilah minat Sony untuk mengajar mulai muncul.
Minat Sony untuk terjun di dunia pendidikan ternyata tidak berhenti di bangku sekolah saja, sejak melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah (jurusan teknik mesin di ITB) Ia memutuskan untuk mengajar matematika, fisika, dan kimia di salah satu SMA swasta yang ada di Bandung. Tidak cukup satu sekolah saja, Sony juga bekerja sebagai pengajar di beberapa bimbingan belajar.
Banyaknya pengalaman yang diperoleh Sony saat Ia mengajar di berbagai lembaga pendidikan, membuatnya termotivasi untuk membuka bisnis bimbingan belajar sendiri pada tahun 1990. Bimbingan belajar tersebut diberi nama Sony Sugema College (saat ini lebih dikenal dengan brand SSC). Dengan modal Rp 1,5 juta, Sony gunakan untuk membayar pegawai dan menyewa sebuah ruangan belajar bagi para siswa yang ikut bimbingan belajarnya.
Pada awal usahanya, bimbingan belajar yang didirikan pria kelahiran Bandung ini hanya fokus memberikan bimbingan intensif untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi saja. Dengan metode fastest solution dan learning is fun, SSC berupaya untuk membantu para siswa agar dapat menyelesaikan soal dengan cara yang mudah, dan lebih bersemangat lagi untuk mempelajari berbagai pelajaran yang selama ini dianggap sebagai momok (seperti matematika dan fisika).
Keberhasilan metode yang diberikan Sony, ternyata menjadi media pemasaran yang cukup efektif. Semakin hari jumlah siswa yang mengikuti bimbingan di SSC semakin bertambah, sampai pada akhirnya tahun 1991 Sony memutuskan untuk membuka cabang di Jakarta. Momen inilah yang menjadi awal perkembangan SSC hingga akhirnya berhasil tersebar di berbagai kota yang ada di Indonesia.
Kini setelah duapuluh tahun menjalankan bisnisnya, keberhasilan Sony sudah tidak perlu diragukan lagi. Ia memiliki empat perusahaan yang semuanya bergerak dibidang pendidikan. Dan segudang penghargaan pun diraih Sony atas keberhasilannya dalam mengembangkan bisnis di bidang pendidikan.
Dengan tekad yang kuat dan keberaniannya untuk bangkit dari kegagalan-kegagalan usaha sebelumnya, Sony berhasil menjadikan SSC sebagai salah satu lembaga bimbingan belajar ternama di Indonesia.
Semoga informasi mengenai profil pengusaha sukses di bisnis pendidikan, bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk mencoba segala peluang yang ada. Jangan pernah takut akan adanya kegagalan, karena dengan kegagalan Anda bisa belajar tentang banyak hal. Salam sukses.
info: http://bisnisukm.com/profil-pengusaha-sukses-di-bisnis-pendidikan.html Selengkapnya...
18 Des 2010
Strategi Pemasaran bagi Produk Baru
Selain bagaimana caranya menarik minat konsumen, para pemula juga harus menghadapi persaingan bisnis dari pengusaha lain yang telah memasarkan produk terlebih dulu.
Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar, bagi para pelaku usaha. Sebab untuk berhasil memasuki sebuah pasar, mereka harus memiliki strategi untuk menarik minat konsumen. Sebaiknya ciptakan produk yang memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan produk lainnya. Sehingga konsumen bisa tertarik dan mengenali produk baru yang Anda tawarkan.
Disamping menciptakan produk yang lebih unggul, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengenalkan konsumen pada produk baru, antara lain sebagai berikut :
- Lakukan riset pasar, untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar sebuah produk. Jika hasil penelitian menunjukan hasil yang cukup positif, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk memasarkan produk baru tersebut. Namun bila riset menunjukan kurangnya minat dari konsumen, sebaiknya lakukan evaluasi dan berikan nilai lebih pada produk Anda. Sehingga produk tersebut mudah diterima oleh pasar.
- Jeli terhadap kebutuhan konsumen. Mencoba pasar baru dengan menawarkan produk yang dibutuhkan konsumen, merupakan salah satu strategi pemasaran yang sangat ampuh untuk menarik minat konsumen. Karena dengan adanya kebutuhan tersebut, daya beli konsumen akan semakin meningkat. Termasuk daya beli terhadap produk baru yang memberikan solusi untuk masalah mereka.
- Buat kegiatan promosi yang efektif. Kegiatan promosi menjadi hal yang sangat penting untuk mengenalkan produk baru, setidaknya perhatikan faktor pendukung STP (segmentation, targeting, positioning) dan marketing mix (produk, price, place dan promotion). Ini dimaksudkan agar kegiatan promosi yang dilakukan sesuai dengan target pasar yang telah ditentukan. Strategi promosi yang dapat dilakukan antara lain menjaga kualitas produk, menawarkan harga yang bersaing, memilih lokasi usaha yang strategis, memberikan bonus atau potongan harga pada saat launching produk.
- Selanjutnya berikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen. Karena pelayanan yang baik, menjadi salah satu faktor pendukung untuk menciptakan produk yang berkualitas. Semakin baik pelayanan yang Anda berikan, maka semakin luas pula pasar Anda. Begitu juga sebaliknya jika pelayanan yang Anda berikan buruk, konsumen pun akan begitu cepat meninggalkan produk Anda.



