17 Jan 2011

Pelatihan Bisnis Keripik Buah dan Sayur


Dalam rangka mengembangkan usaha pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, khususnya buah dan sayur. Pada hari Senin (13/12/2010) PT. Khalifah Niaga Lantabura (PT. KNL) yang membawahi Tim Bisnis UKM, kedatangan tamu dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Pemerintah Daerah Kota Samarinda untuk mengadakan pelatihan bisnis keripik buah dan sayur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilan para petani dan petugas dinas pertanian, untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Salah satunya dengan mengolah buah dan sayur menjadi produk keripik.Pelatihan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB di kantor PT. KNL. Pada sesi pertama diisi dengan pengantar bisnis yang disampaikan Bapak S. Jabat Kaban selaku founder dan direktur PT. Khalifah Niaga Lantabura. Sesi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk mengenal lebih jauh Bisnis UKM, dan sharing mengenai potensi agribisnis yang ada di daerah Samarinda serta langkah-langkah apa saja yang bisa digunakan untuk mendukung potensi bisnis yang ada.

Setelah sesi pertama selesai, selanjutnya para peserta melanjutkan pelatihan dengan berkunjung langsung ke lokasi usaha kecil menengah “Arga Multicrisp” yang beralamat di daerah Watuadeg, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi pembuatan keripik salak yang disampaikan oleh Bapak Tri Yulianto selaku ketua UKM Arga Multicrisp. Kemudian dilanjutkan dengan terjun langsung dengan ikut praktek memproduksi keripik salak. Dari mulai proses pengupasan, pemotongan, penggorengan dengan vacuum frying, sampai proses pengemasan dengan bantuan mesin sealer.

Setiap sesi pelatihan, diikuti peserta dengan penuh antusias. Sehingga pelatihan yang berlangsung dari jam 08.00 sampai 14.00 WIB, ini selalu memancing para peserta untuk aktif bertanya dan mencoba semua tahapan produksi. Tentu suksesnya pelatihan bisnis keripik buah dan sayur pada hari ini, menjadi awal yang baik bagi pelatihan bisnis selanjutnya. Salam sukses.
http://bisnisukm.com/pelatihan-bisnis-keripik-buah-dan-sayur.html
Selengkapnya...

6 Jan 2011

Pertumbuhan PDB 2011 Sebesar 6,3 Persen


        TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia meyakini prospek ekonomi Indonesia akan tetap kuat dengan pertumbuhan PDB pada tahun 2011 dan 2012 diprakirakan lebih tinggi, masing-masing 6,3 persen. Hal ini terutama didorong permintaan domestik, khususnya investasi yang mengalami akselerasi.

        Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (5/1/2011), mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2011 diprakirakan masih akan mencatat surplus yang relatif besar meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada tahun 2010. Ekspor tetap tumbuh tinggi, tetapi impor tumbuh lebih cepat sejalan dengan kuatnya permintaan domestik sehingga surplus Neraca Transaksi Berjalan diprakirakan lebih rendah.


         Di sisi lain, Neraca Transaksi Modal dan Finansial (TMF) diprakirakan masih akan mencatat surplus cukup tinggi. Ini didorong besarnya aliran modal masuk, baik dalam bentuk investasi portofolio maupun investasi langsung (PMA).

         Ia mengatakan, momentum pemulihan ekonomi global kembali meningkat meskipun masih dibayangi risiko krisis utang di Eropa. Meski begitu, di tengah masih lemahnya pemulihan ekonomi di negara maju, kinerja ekonomi negara emerging markets tetap menunjukkan peningkatan.

          Selain itu, harga komoditas global juga terus menunjukkan peningkatan, tidak hanya dipengaruhi faktor supply-demand, tetapi juga didorong oleh beralihnya investasi ke pasar komoditas akibat pelemahan dollar AS dan rendahnya imbal hasil di negara maju.

         Sejauh ini, respons kebijakan bank sentral negara-negara maju masih cenderung mempertahankan suku bunga pada level yang relatif rendah. Sementara itu, beberapa negara emerging markets telah meningkatkan suku bunga kebijakannya yang disertai kebijakan untuk mengelola capital inflows dan menstabilkan pergerakan nilai tukar.

         Di tengah kondisi ekonomi dan keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian tersebut, Dewan Gubernur Bank Indonesia meyakini perekonomian Indonesia pada 2010 dapat tumbuh sekitar enam persen.

         Capaian ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2010 yang diperkirakan mencapai 6,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

         Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi. Peningkatan ekonomi Indonesia juga didukung oleh kinerja sisi eksternal yang cukup solid.

         Untuk keseluruhan 2010, NPI mengalami surplus yang cukup besar, didukung oleh masih kuatnya aliran masuk modal asing, khususnya investasi langsung dan investasi portofolio.

         "Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa sampai dengan akhir Desember 2010 tercatat sebesar 96,2 miliar dollar AS atau setara dengan 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," katanya.

         Sejalan dengan kuatnya kinerja eksternal ekonomi Indonesia tersebut, nilai tukar rupiah mencatat apresiasi disertai tingkat volatilitas yang cukup rendah. Secara point-to-point rupiah menguat 4,4 persen (YTD) menjadi Rp 9.010 per dollar AS disertai volatilitas yang menurun.

          Kebijakan pengelolaan capital inflows dan stabilitas nilai tukar yang ditempuh Bank Indonesia melalui intervensi valas dan akumulasi cadangan devisa mendorong ekspektasi positif terhadap perekonomian domestik.

          Secara relatif, penguatan rupiah lebih rendah dari apresiasi nilai tukar negara di kawasan sehingga daya saing Indonesia masih cukup kompetitif.

http://www.tribunnews.com/2011/01/06/pertumbuhan-pdb-2011-sebesar-63-persen
Selengkapnya...

Pemerintah Segera Pasang Spanduk Larangan Jual Miras ke ABG di Minimarket


          Jakarta - Tim terpadu pemerintah termasuk didalamnya kementerian perdagangan akan memasang spanduk atau pamflet disetiap pengecer minuman keras (miras) termasuk minimarket. Hal ini bagian dari sosialisasi kembali terkait larangan menjual miras kepada konsumen dibawah umur.

          "Termasuk dengan pamflet pengumuman, kita akan coba kesana arahnya. Kita akan sosialisasikan," kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan Inayat Iman di kantornya, Jakarta, Rabu (5/1/2011)Inayat menuturkan masalah pengaturan distribusi minuman alkohol selama ini memang menjadi kewenangan kementerian perdagangan. Selain itu, pemerintah daerah juga turut andil dalam pengawasan produk-produk yang memiliki pasar terbatas seperti miras.

           "Kita minta agar minimarket menjual minol sesuai dengan ketentuan," seru Inayat.

           Ia menambahkan saat ini pemerintah sudah memiliki tim terpadu termasuk kementerian perdagangan, BPOM, Bea Cukai dan pemerintah daerah untuk masalah penjualan mirah ke anak-anak di bawah umur. Inayat berharap kesadaran para pengecer dan masyarakat terhadap ketentuan larangan penjualan minuman keras bagi usia dibawah umur bisa lebih meningkat.

"Insya Allah Februari-Maret kita action," katanya.

           Seperti diketahui sejumlah minimarket kini menjual minuman keras untuk semua kalangan, termasuk yang berusia di bawah 21 tahun. Anak-anak bebas membeli tanpa pernah ditanya kartu identitasnya oleh minimarket atau swalayan bersangkutan.

           Padahal dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 359/MPP/Kep/10/1997 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi, Impor, Pengedara dan Penjualan Minuman Beralkohol tercantum:

            Pengecer atau Penjual Langsung Untuk Diminum dilarang menjual Minuman Beralkohol golongan A, B dan C, kecuali kepada Warga Negara Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Warga Negara Asing yang telah dewasa.

(hen/qom)
http://www.detikfinance.com/read/2011/01/05/151539/1539796/4/pemerintah-segera-pasang-spanduk-larangan-jual-miras-ke-abg-di-minimarket
Selengkapnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...