6 Jan 2011

Tips Sukses Memulai Bisnis Sampingan


           Memutuskan untuk memulai usaha memang bisa dilakukan kapan saja. Termasuk ketika Anda masih memiliki rutinitas utama seperti bekerja, mengurus rumah tangga maupun menuntut ilmu. Namun untuk memulai usaha, Anda tidak harus meninggalkan rutinitas utama yang sudah ada. Sebab sekarang sudah banyak peluang bisnis sampingan yang bisa dijalankan disela-sela kesibukan Anda.

          Menjalankan bisnis sampingan disela-sela waktu luang, menjadi salah satu pilihan tepat untuk mendapatkan income tambahan. Meskipun awalnya Anda akan mendapatkan sedikit kendala karena belum terbiasa membagi waktu, namun tidak perlu ragu untuk memulainya. Karena sudah banyak pelaku bisnis sampingan yang sukses menjalankan usahanya dan masih bisa tetap fokus dengan rutinitas mereka. Apa Anda tertarik untuk bisa seperti mereka? Jika Anda berminat untuk memulai usaha disela-sela rutinitas Anda, berikut kami berikan tips sukses memulai bisnis sampingan, yang bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan.


1. Sebelum memulai bisnis, pastikan Anda memiliki waktu luang yang cukup. Hal ini sangat penting, agar bisnis sampingan yang dijalankan tidak mengganggu tugas Anda sehari-hari.

2. Buatlah jadwal, agar Anda tidak bingung dalam membagi waktu. Misalnya saja bagi para karyawan bisa menjalankan bisnisnya setelah pulang kerja atau di waktu-waktu libur, yang terpenting jangan pernah menjalankan bisnis waktu jam kerja. Sedangkan bagi ibu rumah tangga bisa menjalankan bisnisnya dengan menyisihkan waktu 3-4 jam setiap harinya, setelah menyelesaikan segala urusan rumah. Sehingga bisnis yang dijalankan, tidak mengganggu fokus utama Anda.

3. Pilih peluang bisnis yang mudah dijalankan, dan tidak menyita banyak waktu serta tenaga. Ini sangat penting, agar urusan bisnis Anda tidak mengganggu rutinitas utama. Selain itu, Anda juga bisa membagi waktu dan tenaga Anda dengan mudah. Sehingga tidak terlalu membebani pikiran Anda, untuk bisa fokus menjalankan usaha dan rutinitas utama secara bersamaan.

4. Jangan sampai mengabaikan tugas utama Anda. Walaupun bisnis sampingan Anda sudah berkembang, namun jangan sampai lupa waktu dan mengabaikan tugas utama Anda. Tetaplah berkomitmen untuk bisa bekerja secara efektif dalam menyelesaikan segala kewajiban Anda, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

5. Untuk mengurangi stress, pilihlah peluang bisnis dibidang yang Anda suka. Ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara, untuk mengurangi beban kerja Anda. Sebab, biasanya seseorang dengan senang hati mengerjakan segala hal yang menjadi kesukaannya. Malahan banyak orang yang sengaja menjalankan bisnis sampingan sesuai hobi, untuk mengurangi beban pikiran yang mereka dapatkan di tempat kerja.

6. Perhatikan etika bisnis. Bila Anda seorang karyawan, sebaiknya hindari membuka usaha yang memiliki bidang sama dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Apalagi dengan sengaja merebut konsumen-konsumen yang dimiliki perusahaan tersebut, tentunya ini tidak sesuai dengan hukum dan etika bisnis. Karena Anda bersaing dengan cara yang tidak benar. Oleh karena itu, lebih baik Anda pilih peluang usaha dibidang yang berbeda dengan tempat Anda bekerja. Jika terpaksanya sama, maka bersainglah secara sehat dan konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak perusahaan tempat Anda bekerja.

7. Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk menjalankan usaha langsung, sebaiknya cari tenaga kerja yang bisa Anda percaya menjalankan bisnis tersebut. Bisa dari kerabat dekat atau teman-teman Anda. Jadi, Anda cukup memantau perkembangan bisnis tersebut tanpa harus turun tangan langsung.

           Setelah mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memulai bisnis sampingan, Andapun bisa mencoba bisnis tersebut kapan saja. Mulailah untuk mencari ide bisnis yang cukup prospek, dan perluas informasi Anda untuk merealisasikan bisnis tersebut. Tentukan kesuksesan Anda dari sekarang, tanpa harus meninggalkan pekerjaan Anda. Selamat mencoba dan salam sukses.

http://bisnisukm.com/tips-sukses-memulai-bisnis-sampingan.html
Selengkapnya...

Kendala UKM Memasuki Pasar Global


          Berkembangnya berbagai peluang bisnis saat ini, membuat persainganpun juga semakin meningkat. Berbagai strategi dilakukan para pelaku usaha, untuk memasarkan produknya agar tidak tenggelam ditengah persaingan yang ada di pasar dalam negeri. Mencoba masuk ke pasar global, merupakan salah satu strategi yang bisa dilakukan para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran. Cara ini juga sering dilakukan para UKM, untuk meningkatkan laba dan penjualan ditengah persaingan pasar.

           Ketatnya pasar dalam negeri, membuat sebagian pelaku UKM memanfaatkan pasar global yang masih terbuka peluang lebar. Namun untuk memasuki pasar globalpun tidak mudah, karena strategi pemasaran di luar negeri berbeda dengan pemasaran bisnis di pasar lokal. Sehingga ada beberapa hal yang menjadi kendala UKM memasuki pasar global, berikut informasi selengkapnya:
Budaya
Mungkin Anda sudah mengenal budaya Indonesia, namun apa Anda mengenal budaya negara lain? Oleh karena itu, sebelum memasuki pasar di sebuah negara, sebaiknya Anda mencari tahu perbedaan budaya pasar dan perilaku konsumen dari negara tersebut.

Peraturan
Perhatikan peraturan pemasaran yang ada di suatu negara, karena setiap negara memiliki aturan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Bisa jadi di negara kita strategi pemasaran tersebut diperbolehkan, tapi di negara lain ada peraturan yang melarang strategi itu. Tentu ini akan memberikan image buruk bagi produk Anda bukan?

Komunikasi
Gaya bahasa disetiap negara memang beda, karena memiliki bahasa negara yang berbeda. Agar pemasaran Anda bisa efektif, pelajari bahasa dan logat dialog masyarakat di negara yang akan Anda tuju. Sehingga gaya bahasa pemasaran Anda bisa diterima masyarakat setempat, dan tidak menyinggung calon konsumen.

Ekonomi
Tingkat perekonomian yang berbeda, juga mempengaruhi daya beli konsumen akan sebuah produk. Bisa jadi produk Anda menjadi kualitas terbaik di pasar lokal, namun dipasar global produk Anda belum tentu menjadi produk unggulan.

Nah, setelah mengetahui kendala-kendala yang perlu Anda perhatikan sebelum memasarkan produk di pasar global. Berikutnya kami informasikan pula Strategi Pemasaran Pasar Global, yang dapat Anda coba :

1. Mengekspor
Salah satu cara yang sering digunakan para pelaku usaha untuk memasuki pasar global yaitu dengan mengekspor produk mereka ke luar negeri. Permintaan pasar dari luar negeri yang mulai berdatangan, mendorong para pelaku usaha untuk memasarkan produknya dengan mengekspor keluar negeri. Walaupun membutuhkan biaya pengiriman yang tidak sedikit, namun sebagian pelaku usaha membebankan biaya ekspor kepada para konsumennya. Sehingga mereka tidak mengalami kerugian. Yang perlu diperhatikan adalah tentukan harga yang sesuai dengan pasar asing, distribusi produk lancar, dan komunikasi yang lancar dengan konsumen Anda. Jangan sampai Anda tertipu.

2. Memberi Lisensi
Adanya perjanjian lisensi memungkinkan perusahaan asing membeli hak untuk memproduksi dan menjual produk Anda, di negaranya sendiri maupun di negara lainnya. Dan pemilik hak, mendapatkan royalti dari hasil produk yang diproduksi dan terjual. Bisa dibilang ini merupakan strategi pemasaran global yang tidak membutuhkan banyak modal. Namun tidak semua produk bisa dilisensi, syaratnya merek produk Anda sudah mendunia. Sehingga banyak orang tertarik untuk menggunakan lisensi dari brand Anda.

3. Menjalin kerjasama untuk membuka usaha
Selain lisensi, salah satu cara untuk masuk ke pasar global yaitu dengan mencari mitra untuk diajak kerjasama patungan membangun usaha di suatu negara. Menjalin kerjasama dengan warga yang tinggal di negara tujuan Anda, bisa menjadi alternatif tepat bagi Anda. Karena partner Anda mengetahui budaya, peraturan dan minat konsumen di negara tersebut.

Sekian dulu informasi pemasaran bisnis untuk pekan ini, semoga informasi ini bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum akhirnya memutuskan untuk memasarkan produk ke pasar global. Salam sukses.

http://bisnisukm.com/kendala-ukm-memasuki-pasar-global.html
Selengkapnya...

Kecerdasan Konsumen Semakin Meningkat


JAKARTA, KOMPAS.com - Kecerdasan konsumen terhadap haknya dalam memperoleh produk semakin cerdas. Sayangnya, sampai saat ini belum ada survei mengenai tolok ukur kecerdasan ini.

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Suarhatini Hadad dalam laporan kinerja BPKN di Jakarta, Selasa (4/1/2010), mengatakan, Selama 30 tahun bergulat dalam kasus perlindungan masyarakat, konsumen kini sudah semakin cerdas. "Berani mengadu melalui media massa. Kini produsen harus lebih bertanggung jawab terhadap produknya. Pusat pelayanan konsumen harus lebih banyak dibangun," sebutnya. Keberanian konsumen menandai konsumen mulai sadar akan hak-haknya sebagai pembeli atau pengguna produk tertentu. "Namun, ada pula konsumen yang enggan untuk menggugat pada produsen, karena takut dianggap mencari-cari masalah," tambahnya.

Sepanjang tahun 2010, pengaduan masyarakat mengenai pelayanan perbankan mendominasi persoalan masyarakat sebanyak 122 kasus. Persoalan lain, antara lain, masalah pembiayaan 48 kasus, listrik 7 kasus, perumahan 6 kasus, rumah sakit 3 kasus.

Koordinator Komisi Pengaduan dan Penanganan Kasus BPKN H Gunarto mengatakan, BPKN tidak mempunyai kewenangan mengeksekusi, tetapi lebih memberikan saran dan rekomendasi. Sifatnya BPKN adalah menampung pengaduan dan mengarahkan pengaduan masyarakat.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/04/18264428/Kecerdasan.Konsumen.Semakin.Meningkat
Selengkapnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...